Antara fisikawan dan ahli ilmu sosial

Tulisan ini berawal dari postingan saya yang berjudul ” FISIKA, Solusi permasalahan kehidupan”. Ada sesuatu hal yang baru yang dapat saya pelajari dalam disusi dengan Pak Wahyu mahasiswa S3 di Perancis.  Judul tulisan ini aku ambil di last coment yang lebih berbicara pada bagaimana kita harus berbicara berdasarkan ilmu.

“Saya ingin bilang kalau ingin bicara masalah sosial, jangan jadi fisikawan.Atau kalau anda masih punya pola pikir sebagai fisikawan, jangan bicara masalah ilmu sosial dulu sebelum belajar darinya. Karena tipe pemikiran keduanya (antara fisikawan dan ahli ilmu sosial) utk menyelesaikan masalah, sangat bertolak belakang.” merupakan stament beliau yang tentunya mengundang banyak pertanyaan mendasar. Bukankah setiap permasalah itu ujungnya adalah permasalah sosial? Karena apapun yang dilakukan oleh ilmuwan tentunya juga untuk menyelesaikan permasalahan sosial (inovasi energi listrik akhirnya juga untuk  mengatasi permasalahan sosial terkait kelistrikan itu sendiri).  Meskipun memang benar permasalan sosial tidak sesederhana itu.

One Response to “Antara fisikawan dan ahli ilmu sosial

  • Contoh kecil ini menegaskan perbedaan sudut pandang antara keduanya. Pertama, inovasi energi listrik adalah masalah teknis. Ilmu eksakta berangkat dari hal teknis yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah sosial. Sedang ilmu sosial sendiri, berangkat dari sebuah masalah dengan gambaran besar baru kemudian mengidentifikasi hal-hal teknis guna mengatasi masalah itu. Anda bisa melihat dimana perbedaannya? Tetapi, terus terang saya tidak bisa menangkap dengan jelas apa yang sebenarnya ingin anda ungkapkan di posting pertama anda. Pada akhirnya diskusi ini seperti telur dan ayam. OK, selamat belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar